Sabtu, 08 Juli 2017

Bahagiakan Istrimu Sesuai Kemampuanmu





Merdeka.com - Terkadang suami lupa bahwa istri butuh hal-hal romantis. Mungkin karena rutinitas kerja, stres, dan masih banyak lagi faktor yang membuat suami jarang memeluk istri.

Nah, bagi Anda (kaum pria) yang sedang membaca artikel ini, kami sarankan untuk sering-sering memeluk istri minimal satu kali sehari. Mengapa demikian?

Faktanya, pelukan ternyata memiliki khasiat yang luar biasa dalam hubungan pernikahan. Tidak hanya akan ada cinta yang tumbuh lebih kuat, koneksi fisik dan emosional Anda juga akan memperkuat.

Ahli percintaan mengatakan bahwa ketika suami memeluk istri, jantung akan berdegup kencang dan kemudian terasa hangat secara tiba-tiba di dalam tubuh. Dapat menghilangkan stres juga, lho!

Nah, berikut ini merdeka.com akan memberikan 7 alasan mengapa suami harus memeluk istri setiap hari.

1. Meningkatkan keromantisan
Bagi Anda yang memang kurang memiliki rasa romantis di dalam diri, Anda bisa melakukan ini. Cukup dengan memeluk istri saja saat akan berangkat bekerja, sepulang kerja, atau sebelum tidur. Ini akan membuat hubungan Anda makin romantis dan diyakini dapat memecahkan segala macam hambatan dalam rumah tangga.

2. Membantu komunikasi
Apakah Anda tahu bahwa pelukan ternyata memiliki bahasa komunikasi yang luar biasa? Para ahli dapat mengklaim bahwa satu pelukan dapat membantu komunikasi non-verbal untuk menggambarkan rasa sayang, terharu, terima kasih, kekesalan, bahkan kemarahan. 

3. Membantu meringankan beban istri
Satu pelukan sehari akan memberi begitu banyak kehangatan bagi istri Anda. Jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda peduli, maka peluk dia. Karena terkadang istri lebih merasa bimbang dan lelah ketimbang suaminya. Satu pelukan saja dapat menenangkannya.

4. Menghilangkan stres
Memeluk istri terbukti dapat menghilangkan stres. Pasalnya, pelukan kepada istri mampu mengurangi jumlah hormon stres kortisol yang diproduksi dalam tubuh.

5. Meningkatkan suasana hati
Ketika istri menerima pelukan Anda, hormon oksitosin akan dilepaskan sehingga membuat sang istri merasa hangat, tenang, dan juga bahagia.

6. Meredakan emosi
Tak dipungkiri bahwa setiap kehidupan rumah tangga pasti ada cekcok. Satu pelukan saja bisa meluluhkan hati wanita. Beri dia kehangatan, rasa nyaman, cinta, dan meminta maaf secara tulus. Bandingkan dengan Anda yang hanya meminta maaf kepadanya tanpa melakukan apapun. Mana yang lebih cepat?

7. Jarang bertengkar
Masih berhubungan dengan poin di atas. PElukan dapat menurunkan energi negatif dan mengembangkan energi positif. Semakin sering pasangan suami istri berpelukan, maka akan semakin sayang dan cinta. Dua-duanya akan sangat sabar dan mau menerima perbedaan pendapat. Kemudia berpelukan lagi, untuk menyelesaikan masalah. 

Ternyata membahagiakan istri sesimpel itu. Mau coba?


Merdeka.com - Terkadang suami lupa bahwa istri butuh hal-hal romantis. Mungkin karena rutinitas kerja, stres, dan masih banyak lagi faktor yang membuat suami jarang memeluk istri.

Nah, bagi Anda (kaum pria) yang sedang membaca artikel ini, kami sarankan untuk sering-sering memeluk istri minimal satu kali sehari. Mengapa demikian?

Faktanya, pelukan ternyata memiliki khasiat yang luar biasa dalam hubungan pernikahan. Tidak hanya akan ada cinta yang tumbuh lebih kuat, koneksi fisik dan emosional Anda juga akan memperkuat.

Ahli percintaan mengatakan bahwa ketika suami memeluk istri, jantung akan berdegup kencang dan kemudian terasa hangat secara tiba-tiba di dalam tubuh. Dapat menghilangkan stres juga, lho!

Nah, berikut ini merdeka.com akan memberikan 7 alasan mengapa suami harus memeluk istri setiap hari.

1. Meningkatkan keromantisan
Bagi Anda yang memang kurang memiliki rasa romantis di dalam diri, Anda bisa melakukan ini. Cukup dengan memeluk istri saja saat akan berangkat bekerja, sepulang kerja, atau sebelum tidur. Ini akan membuat hubungan Anda makin romantis dan diyakini dapat memecahkan segala macam hambatan dalam rumah tangga.

2. Membantu komunikasi
Apakah Anda tahu bahwa pelukan ternyata memiliki bahasa komunikasi yang luar biasa? Para ahli dapat mengklaim bahwa satu pelukan dapat membantu komunikasi non-verbal untuk menggambarkan rasa sayang, terharu, terima kasih, kekesalan, bahkan kemarahan. 

3. Membantu meringankan beban istri
Satu pelukan sehari akan memberi begitu banyak kehangatan bagi istri Anda. Jika Anda ingin menunjukkan bahwa Anda peduli, maka peluk dia. Karena terkadang istri lebih merasa bimbang dan lelah ketimbang suaminya. Satu pelukan saja dapat menenangkannya.

4. Menghilangkan stres
Memeluk istri terbukti dapat menghilangkan stres. Pasalnya, pelukan kepada istri mampu mengurangi jumlah hormon stres kortisol yang diproduksi dalam tubuh.

5. Meningkatkan suasana hati
Ketika istri menerima pelukan Anda, hormon oksitosin akan dilepaskan sehingga membuat sang istri merasa hangat, tenang, dan juga bahagia.

6. Meredakan emosi
Tak dipungkiri bahwa setiap kehidupan rumah tangga pasti ada cekcok. Satu pelukan saja bisa meluluhkan hati wanita. Beri dia kehangatan, rasa nyaman, cinta, dan meminta maaf secara tulus. Bandingkan dengan Anda yang hanya meminta maaf kepadanya tanpa melakukan apapun. Mana yang lebih cepat?

7. Jarang bertengkar
Masih berhubungan dengan poin di atas. PElukan dapat menurunkan energi negatif dan mengembangkan energi positif. Semakin sering pasangan suami istri berpelukan, maka akan semakin sayang dan cinta. Dua-duanya akan sangat sabar dan mau menerima perbedaan pendapat. Kemudia berpelukan lagi, untuk menyelesaikan masalahmasa.

Dikutip dari merdeka.com

Jumat, 16 Juni 2017

Detik detik wafatnya Baginda Rasullulloh SAW





Alloh Berfirman :
Artinya
" Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu, dan telah kusempurnakan pula ni'matKu atasmu, serta Aku ridho Islam sebagai agamamu:. ( Al-Maidah 3 )".

Nabi SAW bersabda :
Artinya :
"Jibril berkata kepadaku: : Ya Muhammad, bahwasanya Allah SWT telah menjadikan lautan dibalik bukit Qaf, di dalamnya ada ikan-ikan yang bersholawat kepadamu, siapa menangkapnya seekor, pasti matilah (keplek) kedua tangannya dan berubahlah ikan tersebut menjadi batu-batuan".

Hadist tersebut menyimpan isyarat bahwa orang bersholawat atas Nabi Muhammad SAW, dan aktif shalat lima waktu, maka ia akan terbebas dari siksa malaikat dan siksa neraka.

Menurut riwayat, ketika ayat tersebut turun, maka menangislah Umar RA lalu Rasul SAW bertanya: "Kenapa engkau menangis hai Umar ? Jawabnya: "Aku menangis sebab kami dalam keadaan memuncak didalam agama, dan apabila ia telah sempurna, maka pada dasarnya tidak ada sesuatu yang sempurna kecuali dapat dipastikan berkurang, kemudian beliau SAW bersabda: " Benar pendapatmu ". ( Abu Su'ud )

Tafsir dan Asbabun Nuzul :
Kata Alyaum, huruf Lam menunjuk arti Lil'ahdi yaitu jaman mendatang dan hal-hal yang berhubungan dengan jaman terdahulu dan mendatang".
Telah diriwayatkan bahwa ayat 3 Surat Al-Maidah itu, turun ba'da Ashar, hari Jum'at di Arafat bertepatan dengan musim Haji Wada, 'saat beliau SAW wuquf di Arofah dan bertengger di atas ontanya. Dan sesudah itu, tiada satu pun ayat atau perintah yang turun. Dan ketika ayat tersebut turun beliau SAW tidak mampu menerimanya, sehubungan kandungan dan maknanya, maka bersandarlah beliau SAW pada ontanya, dan onta tersebut lantas duduk kemudian turunlah Jibril dan berkata: "Ya Muhammad, pada hari ini telah sempurna urusan agamamu, dan selesailah apa-apa yang Tuhan perintahkan padamu, demikian pula apa-apa yang Tuhan melarangnya. Maka himpunlah para sahabatmu, khabarkan kepada mereka bahwasannya aku tidak akan turun lagi kepadamu sesudah hari ini". Lalu beliu SAW pulang dari Mekah ke Madinah, para sahabat dihimpun dan beliau membaca ayat tiga surat Al-Maidah dan kabarkan kepada mereka tentang berita yang disampaikan Jibril, mereka menyambutnya dengan kegembiraan, kata mereka: "Sungguh telah sempurnalah agama kita", berbeda dengan Abu Bakar RA., yang menerima kenyataan ini dengan penuh keprihatinan, ia pulang kerumahnya, pintu ditutup dan langsung menangis siang-malam, hingga para sahabat yang lain mendengarnya, mereka berhimpun dan langsung mengunjunginya, lalu bertanya:" Hai Abu Bakar, kenapa engkau menangis, padahal kita dalam keadaan senang, gembira menyambut kabar itu? Bukankah Allah telah menyempurnakan Agama Kami? Jawabnya :" hai kawan, kalian belum menyadari adanya musibah yang menimpa diri kalian, perhatikan baik-baik
Artinya :
"bahwasannya, apabila suatu urusan telah sempurna(sukses memuncak), maka terlihat nyatalah kelemahan/kekurangannya ".

Dan ayat ini menyimpan berita duka, tentang perpisahan kita (yakni antara Nabi SAW . dengan para sahabat), dan tentang keadaan Hasan-Husein yang sebentar lagi menjadi anak yatim keduanya, serta para istri beliau SAW. Menjanda semuanya. Maka dengan menjelasannya ini, menjeritlah diantara para sahabat, dan mengislah semuanya, dan terdengar pula isakan tangis dari selain mereka,di rumah Abu Bakar mereka datang manghadap nabi SAW. Dan berkata :" Ya Rasul, kami tidak mengerti, kenapa kawan-kawan dari para sahabat pada menangis di rumah Abu Bakar?" Maka seketika itu juga, berubahlah roman wajah Nabi SAW., beliau tegak dan langsung menuju kediaman Abu Bakar membuktikan mereka yang tengah menangis, lalu sabdanya:" Apa gerangan yang menyebabkan kalian menangis?" Sahabat Ali berkata: " Bahwasannya Abu bakar menyatakan, bahwa dari ayat ini tercium kabar kewafatan rasul saw". Benarkah ayat ini membuktikan atas kewafatannya? Jawab beliau SAW. : betul, apa yang dinyatakan oleh Abu bakar RA., dan sungguh, telah dekat saat perpisahan ku dengan mu, aku akan meninggalkan kalian. Dan peristiwa ini memberi isyarat bahwa Abu Bakar adalah diantara para sahabat yang lebih pandai. Kemudian ketika hal ini sampai kepada Abu Bakar, langsung ia menjerit keras dan langsung tersunggkur pingsan, Ali menjadi gemetar tubuhnya dan para sahabat lainnya menjadi goncang merasa takut, semua menangis , hingga bukit-bukit, batu-batuan dan seluruh malaikat dilangit, termasuk hewan-hewan melata didarat, hewan-hewan dilautan semuanya menangis merasa bela sungkawa. Kemudian belaiu saw menjabat tangan para sahabatnya seorang demi seorang, lalu beliau tinggalkan bereka seraya menangis, dan beliu tinggalkan pula pesan untuk mereka. Sisa umur beliau adalah hanya delapan hari sesudah turunnya ayat tersebut, tetapi ada riwayat yang menyebutkan 50 hari sesudah turunya ayat
Artinya
"Mereka minta fatwa kepadamu (tentang kalalah ), katakanlah: Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah(yaitu...) "(Annisak176).
Juga ada riwayat yang menyebutkan 35 hari sesudah turunnya ayat tersebut :

Artinya
"Sungguh telah datang kepadamu seorang rosul dari bangsamu sendiri, ...". 
  (At-Taubat 128 ).

Dan ada pula riwayat yang menyebutkan 21 hari sehabis turun ayat berikut :

Artinya "Dan jagalah dirimu dari ajab yang terjadi pada hari, dimana kalian dipulangkan kehadirat Allah SAW ". (Al Baqoroh 281).

Demikian lah ayat terakhir yang diturunkan dari Al- Qur'an, sesudah itu beliau SAW pada suatu hari naik mimbar berkhutbah penuh kesungguhan, banyak para sahabat yang mencucurkan airmatanya, hati mereka dipenuhi kecemasan dan ketakutan tubuhnya gemetar akibat kabar gembira dan mengiriskan yang disampaikan oleh beliau saw.
Dari Ibnu Abas ra bahwasannya disaat menjelang wafat beliau saw., Bilal disuruh mengumandangkan adzannya, untuk sholat, maka berhimpulah para sahabat Muhajirin maupun Anshar di mesjid Rasul SAW., beliau shalat ringan 2 rakaat, bersama mereka lalu disambung dengan khutbahnya demikian:
Artinya
"Hai sekalian umat islam , aku adalah sebagai nabimu, penasihatmu, dan Da'i yang mengajakmu ke jalan Allah dengan idzinnya, aku denganmu bagaikan saudara kandung dan bapak yang penuh kasih sayang, siapa yang pernah teraniyaya berhak menuntut balas pada pribadiku, tegaklah segera sebelum aku dituntut balas kelak dihari kiamat".

Tiada seorang pun dari antara mereka yang tegak menuntut balas terhadap beliau,. Hingga beliau serukan dua, tiga kali. Maka tegaklah seorang pria bernama 'Akasyah bin Muhshan, ia berdiri dihadapan beliau Saw. Dan berkata: " Demi Ayah dan Ibuku ya Rasul , kalau saja tidak kau umumkan berulang-ulang , akupun tidak mungkin mengajukan tuntutan, sungguh aku pernah bersamamu dalam perang badar , perjalanan ontaku mengikuti ontamu, lalu aku turun mendekatimu dengan tujuan supaya aku dapat mencium pahamu, namu tiba-tiba engkau mengangkat tongkatmu dan memukul ontamu supaya jalan cepat , dan saat itu pula engkau pukulkan pada tulang rusukku, tiada tau pasti apakah itu disengaja atau tidak ? jawab beliau saw.: " Ya Akasyah Hal itu memang tiada unsur kesengajaan memukulmu, lalu beliau menyuruh Bilal " Hai Bilal ambilkan lah tongkatku di rumah Fatimah putriku", kemudian Bilal keluar dari mesjid seraya meletakan tangannya nya diatas kepala, ia berkata pada dirinya: "Apakah hal ini Rasul SAW. Bersiap-siap untuk menerima balasannya? Lalu ia ketuk rumah Fatimah, dan ditanya: " Siapakah itu? Jawabnya: " Aku Bilal disuruh mengambil tongkat Rasul Saw. Fatimah bertanya " Buat apakah ayahku menyuruhmu mengambila tongkat hai Bilal? Jawabnya : "sungguh Rasul SAW. Telah bersiap menerima balas pukul, Ya Fatimah . Tanya Fatimah: " Siapa orangnya yang sampai hati hendak menuntut balas pukul, hai Bilal ? akhirnya iapun mengambil tongkat tersebut dan segera pergi menuju mesjid, ia serahkan tongkat kepada beliau SAW,. Selanjutnya beliau menyerahkannya kepada Akasyah. Maka ketika itu pula Abu Bakar dan Umar tegak, keduanya berkata : " Hai Akasyah, kini kami tidak sampai hati melihat balas pukulmu terhadap Rasul saw,. Dan sebagai gantinya pukullah kami berdua ini. Dan Ali pun tegak  berkata " Hai Akasyah, sepanjang hidupku selalu disamping rasul saw dan aku tidak sampai hati melihat tindak balasanmu terhadap beliau saw,. Untuk itulah pukulah punggung dan perutku serta tubuhku ini ", sabda beliau "Hai Abu Bakar dan Umar, duduk dan tenanglah kalian berdua, sungguh tempat kalian berdua telah diketahui disisi Allah". Dan Kepada Ali belaiu bersabda " Hai Ali duduk dan Tenanglah kamu sungguh tempat dan tujuan mu telah dicatat disisi Allah lalu Hasan Dan Husein pun berkata: " Hai Akasyah tiada kenalkah kamu dengan cucu Rasul Saw., lakukanlah balas pukulmu kepada kami berdua, berarti engkau telah puas dengan balasan itu ? sabda beliau saw. : "Hai Hasan Husein buah hatiku tenang dan duduklah". dan beliau bersabda "Hai Akasyah pukullah aku jika kau mau" jawabnya, Ya Rasul engkau dulu memukulku tidak berpakaian . beliau pun menukar pakainnya, hingga menangislah semua umat islam yang hadir di saat itu. Dan ketika itu pula Akasyah memegang dan mencium tubuh/punggung beliau yang putih itu, katanya : ku tebus dirimu dengan jiwaku, Ya Rasul, siapakah yang sampai hati memukulmu, sungguh tindakanku demikian ini, tiada tujuan lain kecuali supaya tubuhmu yang mulia ini dapat disentuh oleh tubuhku, dengan harapan pula tubuhku dapat terpelihara dari sengatan api neraka berkata kehormatanmu, sabda beliau SAW " Ketahuilah hai para sahabat , siapa yang ingin melihat ahli surga, maka pandanglah orang ini . maka tegaklah umat islam, dan menciumi diantara kedua mata Akasyah seraya berkata: " beruntunglah kamu telah memperoleh tingkat yang tinggi dan berkawan dengan Rasul SAW. disurga ".
Artinya :
"Ya Allah, berilah kami kemudahan memperoleh syafaat beliau saw. Dengan kemuliaan dan keluhuranMu."

Ibnu Mas'ud berkata: Menjelang wafat beliau. Berhimpun dirumah dewi Aisyah ra beliau mengamati kami hingga berderailah air matanya, beliau pun bersabda : "Marhaban bikum ( Selamat datang bagimu ), semoga Allah selalu mengasihimu. Pesanku bertaqwalah kalian kepada Allah SWT dan mematuhi segala perintahnya, kini telah dekat saat perpisahanku dengan kalian dan telah dekat pula saat seseorang pulang ke hadirat Allah SWT untuk menghuni surganya. Maka mandikanlah nanti mayatku oleh Ali, dengan dibantu Fadlal Bin Abas yang menuangkan airnya,serta Usamah Bin Zaid membantu mereka berdua. Kemudian bungkus dengan kafan pakainku sendiri jika kalian mau , atau kain yaman putih. Dan jika kalian memandikanku, letakkanlah diatas bala tempat tidur dirumahku, kemudian keluarlah kamu sejenak meninggalkanku, maka yang pertama menshalatiku adalah Allah SWT, lalu Jibril, Israfil, Mikail serta Izrail berikutnya para pembantunya , sesudah itu para malaikat dan seluruhnya, baru setelah itu kalian boleh masuk menshalatiku berjamaah ( Sekelompok demi kelompok). Maka setelah mereka mendengar perpisahan dari nabi saw." Menjeritlah para sahabat dan menangis sambil berkata : Ya Rasul engkau lah Rasul kami, sebagai penguat perhimpunan kami, dan sebagai pemimpin yang mengurusi kami, maka jika engkau tiada, kepada siapakah kami mengadukan urusan kami ? 
Maka bersabda Beliau SAW ,:
Artinya :
"Kutinggalkan kalian pada jalan yang benar dan jelas dan kutinggalkan pula dua penasihat bagimu, yang satu pandai bicara sedang yang lainnya diam, itulah dia Al'Quran dan Maut.ketika kamu menghadapi urusan penting maka pulanglah kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan jika hatimu keras lunakkanlah dengan memetik i'thibar dalam hal-ikhwal maut".

Maka sakitlah Rasul saw. Pada akhir bulan Shafar selama 18 hari, para sahabatnya pun berulang kali menengoknya. Dan penyakitnya mulai pertama jatuh sakit, hingga wafatnya adalah sekedar pusing-pusing kepala. Beliau diangkat sebagai Rasul pada hari senin maka wafatnya pula hari senin. Dihari senin itulah penyakitnya meningkat/ jadi parah, dan Bilal selesai adzan Shubuh, ia pergi mendekati pintu Rasul Saw,. Ia uluk salam tapi yang menjawab hanya Fatimah, beliau saw tengah sibuk dengan pribadinya. Dan bilalpun pulang ke masjid dengan tiada mengaanalisa jawaban fatimah tadi. Maka ketika waktu shubuh agak terang. Bilai kembali mendekati pintu rumah Rasul Saw,. Ia uluk salam seperti semula, maka beliau pun mendengan suara Bilal, dan memepersilahkan masuk, sabdanya " Masuklah bilal aku tengah sibuk merawat diriku, dan penyakitku semakin meningkat/bertambah berat, karna itu suruh Abu Bakar shalat bersama mereka". Maka Bilai keluar sambil menangis, ia letakan kedua tangannya diatas kepala seraya berkata: " aduh kita terimpa malapetaka, terhentilah harapaan, lenyaplah tempat tujuan, kalaulah ibu tidak melahirkan diriku ", kemudian ia masuk mesjid dan berkata: " Ya Abu Bakar, Rasul menyuruh anda untuk shalat bersama para jamaaah yang hadir, sebab beliau sibuk dengan sakit yang menimpa dirinya". Maka tatkala Abu bakar melihat pengimaman Rasul Saw. kosong ia pun menjerit akibat tidak tahan dengan perasaan ibanya, ia jatuh tersungkur (pingsan) Maka para jamaah pun kisruh/gaduh hingga beliau saw. Mencium kegaduhan tersebut, sabdanya : " Ya Fatimah apa yang terjadi di pagi ini, dan kegaduhan itu ? Jawabnya : " Hal itu akibat engkau tiada hadir". Maka beliaupun memanggil ali dan Fadhal Bin Abas, beliau menyandarkan diri pada dua orang tersebut, lalu keluar menuju masjid untuk shalat shubuh berjamaah 2 rakaat. Sehabis shalat beliau menghadap para jamaah dan bersabda:" Wahai umat islam,kalian didalam pemeliaharaan Allah dan perlindunganNya, bertaqwalah kepadanya dan memetuhi segala perintahnya , sungguh pada hari ini aku bakal meninggalkan dunia yang fana ini, sekaligus memasuki alam akherat, dan pada hari inilah akhir hayatku didunia"
Kemudian beliau tegak, dan pulang kerumahnya.maka Allah menyuruh malaikat maut, Firmannya : "Turunlah kamu untuk kekasihKu dengan bentuk terbaik, dan jalankan tugasmu sehalus-halunya, dalam mencabut ruhnya,jika ia mengijinkan masuk, maka masuklah kamu, jikalau tidak maka pulanglah kamu jangan masuk". Dengan serta merta malaikat maut turun dengan bentuk orang badwi , katanya :
Artinya :
" Salam sejahtera tetaplah bagimu hai keluarga penghuni kanabian,

Bolehkah aku masuk ? Jawab Fatimah: "Ya Hamba Allah, bahwasannya Rasul saw. Tengah sibuk dengan sakitnya."
Lalu malaikat maut memanggil kedua kalinya dengan ucapannya:
Artinya :
" Salam sejahtera tetaplah bagimu Ya rasul, dan seluruh penghuni kenabian"

Bolehkah aku masuk ? maka beliaupun mendengar suara malaikat maut, dan bersabda: " Ya Fatimah siapakah yang berada diambang pintu?" Jawab fatimah: " Seorang badwi yang memanggil, dan aku telah mengatakan kepadanya, bahwa Rasul tengah sibuk dengan sakitnya. Kemudian malaikat maut memanggil yang ketiga kalinya dengan panggilan serupa, lalu ia memandang tajam kepadaku, lalu gemetar tubuhku, hatiku takut, dan bergeraklah seluruh sendi tulangku, seolah terputus sendi satu dengan lainnya, dan menjadi pucatlah wajahku beliau saw bersabda: "Taukah kamu siapakah dia itu, ya fatimah ? jawabnya: " tidak kenal jawabnya : " Dialah malaikat yang melenyapkan segala macam kelezatan, menghentikan segala bentuk napsu syahwat, dia pulalah yang memporakpondakan perhimpunan, dan yang membuat sepi penghuni rumah, serta yang membuat ramai suasana alam kubur". Maka menangislah Fatimah sekerasnya, sahutnya : " Aduh celaka dengan kewafatan nabi terakhir, sungguh malapetaka besar menimpa kami dengan wafatnya manusia mulia yang paling bertaqwa, terhentilah dari bimbingannya, dan penyesalan bagi kami akibat terhentinya wahyu langit, sungguh aku terhalang mendengar sabdamu, dan tiada kudengar lagi uluk salammu sesudah hari ini. Sabda beliau saw.: " Ya fatimah janganlah engkau menangis, sebab engkau orang pertama dari keluargaku yang dapat berjumpa denganku". Maka beliaupun mempersilahkan malaikat maut, dan ia masuk seraya mengucapakan uluk salam kepada rasul saw. Lalu dijawablah salam oleh beliau saw, sabdanya : " Kedatanganmu berkunjung ataukah mencabut nyawa ? jawabnya: " Aku datang untuk berkunjung sekaligus mencabut nyawa kalau engkau berkenan, tetapi kalau tidak maka maka akupun akan pulang". Sabdanya beliau saw: " Hai malaikat maut, dimanakah Jibril", ia mengambil duduk dengan posisi dekat kepala beliau SAW. Rasul bertanya : " Ya Jibril tahukah anda tentang ajalku, apakah sudah dekat ?" Jawabnya : " Ya betul ajalmu telah dekat Ya Rasul ". Sabdanya: " Ya Jibril kabarkanlah kepadaku tentang karamah yang menggembirakan di sisi Allah." Sahut Jibril: " Bahwasannya pintu-pintu langit telah terbuka, malaikat bagaikan pasukan yang berbaris siap menyambut kehadiran rohmu di langit, semua pintu sorgapun tealah terbuka , dan seluruh kerabatnya para bidadari telah menghias diri menyambut kehadiran rohmu. ucap beliau saw, : "ALHAMDULILLAH ", kemudian sabdanya pula " Ya Jibril sampaikanlah kabar gembira kepadaku tentang keadaan umatku kelak dihari kiamat?"Jawabnya: Ya, bahwasannya Allah SWT. Berfirman: "Bahwasannya semua nabi dilarang masuk sorga sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu, demikian pula seluruh umat dilarang sebelum umatmu memasuki terlebih dahulu". Sabdanya: " Kini puaslah hatiku dan lenyaplah rasa sedihku". Akhirnya beliaupun menyuruh malaikat maut untuk mendekat, sabdanya: " Hai malaikat maut, mendekatlah kepadaku". Maka iapun mendekat dan mulailah dengan tugasnya, mencabut rohnya, dan saat roh sampai dipusat, beliau SAW Bersabda: " Ya Jibril Dasyat benar rasa maut ini?" Jibril pun berpaling, dan berkatalah beliau sabdanya," Ya Jibril tidak sukakah engkau memandang wajahku?" Jawabnya: " Ya Habibullah siapakah yang sampai hati memandang wajahmu yang telah menghadapi sakaratul maut?


Anas Bin Malik ra. Berkata :
Artinya :
"Adalah ketika roh Nabi Muhammad sampai kebagian dada beliau bersabda :" Aku berpesan supaya kalian memelihara shalat, dan hal-hal yang menjadi tanggung jawabmu, pesan/wasiat tersebut beliau ulangi hingga terhentilah bicaranya".

Ali RA berkata :
Artinya :
" Bahwasannya rasul saw. Menjelang akhir hayatnya beliau gerakkan bibir 2x, aku memperhatikan baik-baik ucapan terakhir :" Umatku, umatku beliau ucapkan pelan-pelan, maka dicabutlah roh beliau saw, tepat pada hari senin Bulan Rabiul Awal".

Artinya :
"Kalau saja dunia ini kekal bagi seseorang, pasti rasul saw,yang berhak hidup kekal diatasnya."

Ada riwayat lain yang menyebutkan, bahwa Ali membaringkan wajah jenazah Rasul saw. Untuk dimandikan lalu terdengarlah suara keras dari sudut rumah yang melarang Ali, katanya " Hai Ali, Muhammad jangan dimandikan, sebab ia orang yang suci dan di sucikan", namun Ali meragukan kebenaran suara itu. Lalu ia bertanya: " siapa engkau yang bersuara tanpa rupa ? padahal Rosul telah menyuruh diriku untuk memandikan? Dan pada saat yang sama terdengar pula suara, yang menangkisnya, katanya: " Ya Ali, lanjutkanlah engkau memandikan Muhammad, ketahuilah bahwa suara pertama itu dari iblis, ia iri kepada Nabi saw dan ia menghasudmu, supaya beliau saw. Dimakamkan tanpa dimandikan ". 
Sahut Ali: " Semoga Alloh berkenan membalas kebaikanmu, atas pemberitahuanmu padaku, bahwa suara pertama adalah Iblis terkutuk, dan siapakah engkau ini ? jawabnya: " Akulah Hidlir (Nabi Hidlir), kedatanganku sengaja untuk menghormati jenazah Nabi Muhammad saw. Maka Alipun memandikan jenazah beliau, dan fadlal bin Abas serta Zaid Bin Usamah membantu menuangkan airnya. Jibril pun datang dengan membawa obat dari surga untuk mengawetkan jasad beliau saw. Lalu mereka membungkus dengan kafan, dan memakamkan di kamar Aisyah ra., ditengah malam rabu. namun ada yang menyebutkan di malam selasa ' Aisyah tegak di atas makam makam beliu saw seraya berkata :
Artinya:
"Wahai orang yang tidak pernah memakai kain sutra, dan tiada pernah tidur diatas kasur yang tebal, wahai orang yang meninggalkan alam fana ini, perutnya tidak pernah kenyang sekalipun roti yang terbuat dari tepung/gandum kasar, wahai orang yang senang tidur diatas tikar daripada tidur diatas kasur tebal, wahai orang yang tak pernah tidur semalam suntuk, akibat takut/gentar akan siksa neraka Syair".

Innalillahi Wainna ilahi Raajiun……..
Doa Kami Umatmu
Ya Rasullallah
Kami Rindu padamu
Jadikanlah kami semua sebagai umatmu
Sungguh kami mencintaimu dan akan selalu menjalankan sunnnahmu sebagai bentuk cinta kami padamu
Berilah Syafaat kepada mu buat umatmu ini
Kami Cinta padamu Duhai Kekasih Alloh
Dapatkan kami membalas jasamu jasamu terhadap kami
Kau doakan kami sebagai umatmu walalupun kau belum pernah melihat kami
betapa kami ta mampu membalas nya
hanya dapat menjalankan sunnahmu
pengharapan kelak bisa berjumpa denganmu
Amien Amien Ya Alloh Ya Rabbal Alamin …..

Rabu, 14 Juni 2017

Kepergian Bulan Ramadhan di Tangisi Semua Makhluk di Langit dan di Bumi


      Betapa kerinduan kita akan bertemu Bulan Ramadhan sudah kita dapatkan
namun kita tanyakan pada diri kita sendiri sudah sejauh mana kita menghidupkan Bulan Ramadhan dengan amalan amalan yang baik, sungguh jauh kita telah menyia nyiakan  waktu ini yang  dan singkat ini.
     Namun waktu akan terus berjalan hingga penyesalan pun akan kita dapatkan sebentar lagi
Bulan Ramadhan akan kita tinggal kan akankah kita bertemu lagi ditahun berikutnya Wallohhu Alam.
   Akhir bulan ramadhan senantiasa kita disibukkan dengan belanja, shooping di maal padahal Rasulullullah tidak pernah meyuruh semua itu
Rasullullulah menyuruh umatnya yaitu untuk lebih banyak lagi beribadah apalagi di sepuluh akhir Ramadhan ini.
     Ya Allloh maafkan kan diriku ini  yg selalu melalaikan akan perintah-MU dan RasulMU
sungguh aku malu mengharapkan surgamu sedangkan ibadahku sangat jauh dari surgamu.
     Dari Jabir ra, Rasullullah SAW Bersabda  :
Bila mana akhir malam Bulan Ramahan akan berakhir , maka segenap makhluq makhluq besar , dilangit an Bumi serta para malaikat menangis, mereka ber duka atas bencana yang menimpa umat Muhammad  SAW, lalu para sahabat bertanya : Bencana apakah Ya Rasul ? Jawabnya : " yaitu akan bencana kepergiannya Bulan Ramadhan, sebab di bulan Ramadhan segala doa akan dikabulkan,  semua sedekah akan diterima dan amal amal baik ilipatgandakan pahalanya, siksa kubur akan ditangguhkan." ( hayatul qulub)

     Saudara ku sungguh kita sudah jauh menyia nyiakan waktu yg berharga ini masih berapa hari lagi yuks kita maksimalkan ibadah kita sesuai dengan kemampuan yg kita miliki Aamiin
Selamat Tinggal Bulan Ramadhan
Selamat datang hari raya Iul Fitri
Semoga kita menjadi pemenang di Bulan Ramadhan ini Aamin

Belajar dari Kesabaran Nabi Ayub as


     KISAH NABI AYUB Nabi Ayub as menggambarkan sosok manusia yang paling sabar, bahkan bisa dikatakan bahwa beliau berada di puncak kesabaran. Sering orang menisbatkan kesabaran kepada Nabi Ayub. Misalnya, dikatakan: seperti sabarnya Nabi Ayub. Jadi, Nabi Ayub menjadi simbo...l kesabaran dan cermin kesabaran atau teladan kesabaran pada setiap bahasa, pada setiap agama, dan pada setiap budaya. Allah SWT telah memujinya dalam kitab-Nya yang berbunyi: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaih-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Shad: 44) Yang dimaksud al-Aubah ialah kembali kepada Allah SWT. Nabi Ayub adalah seseorang yang selalu kembali kepada Allah SWT dengan zikir, syukur, dan sabar. Kesabarannya menyebabkan beliau memperoleh keselamatan dan rahasia pujian Allah SWT padanya. Al-Qur’an al-Karim tidak menyebutkan bentuk dari penyakitnya, dan banyak cerita-cerita dongeng yang mengemukakan tentang penyakitnya. Dikatakan bahwa beliau terkena penyakit kulit yang dahsyat sehingga manusia-manusia enggan untuk mendekatinya. Dalam cuplikan kitab Taurat disebutkan berkenaan dengan Nabi Ayub: “Maka keluarlah setan dari haribaan Tuhan dan kemudian Ayub terkena suatu luka yang sangat mengerikan dari ujung kakinya sampai kepalanya.” Tentu kita menolak semua ini sebagai suatu hakikat yang nyata. Kami pun tidak mentolerir jika itu dianggap sebagai perbuatan seni semata. Perhatikanlah ungkapan dalam Taurat: “Kemudian setan keluar dari haribaan Tuhan kita,” sebagai orang-orang Muslim, kita mengetahui bahwa setan telah keluar dari haribaan Tuhan sejak Allah SWT menciptakan Adam as. Maka, kapan setan kembali keharibaan Tuhan? Kita berada di hadapan ungkapan seni, tetapi kita tidak berada di hadapan suatu hakikat. Lalu, bagaimana hakikat sakitnya Nabi Ayub dan bagaimana kisahnya? Yang populer tentang cobaan Nabi Ayub dan kesabarannya adalah riwayat berikut: para malaikat di bumi berbicara sesama mereka tentang manusia dan sejauh mana ibadah mereka. Salah seorang di antara mereka berkata: “Tidak ada di muka bumi ini seorang yang lebih baik daripada Nabi Ayub. Beliau adalah orang mukmin yang paling sukses, orang mukmin yang paling agung keimanannya, yang paling banyak beribadah kepada Allah SWT dan bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya dan selalu berdakwah di jalan-Nya.” Setan mendengarkan apa yang dikatakan lalu ia merasa terganggu dengan hal itu. Kemudian ia pergi menuju ke Nabi Ayub dalam rangka berusaha menggodanya tetapi Nabi Ayub adalah seorang Nabi di mana hatinya dipenuhi dengan ketulusan dan cinta kepada Allah SWT sehingga setan tidak mungkin mendapatkan jalan untuk mengganggunya. Ketika setan berputus asa dari mengganggu Nabi Ayub, ia berkata kepada Allah SWT: “Ya Rabbi, hamba-Mu Ayub sedang menyembah-Mu dan menyucikan-Mu namun, ia menyembah-Mu bukan karena cinta, tapi ia menyembah-Mu karena kepentingan-kepentingan tertentu. Ia menyembah-Mu sebagai balasan kepada-Mu karena Engkau telah memberinya harta dan anak dan Engkau telah memberinya kekayaan dan kemuliaan. Sebenarnya ia ingin menjaga hartanya, kekayaannya, dan anak-anaknya. Seakan-akan berbagai nikmat yang Engkau karuniakan padanya adalah rahasia dalam ibadahnya. Ia takut kalau-kalau apa yang dimilikinya akan binasa dan hancur. Oleh karena itu, ibadahnya dipenuhi dengan hasrat dan rasa takut. Jadi, di dalamnya bercampur antara rasa takut dan tamak, dan bukan ibadah yang murni karena cinta.” Riwayat tersebut mengatakan bahwa Allah SWT berkata kepada iblis: “Sesungguhnya Ayub adalah hamba yang mukmin dan sejati imannya. Ayub menjadi teladan dalam keimanan dan kesabaran. Aku membolehkanmu untuk mengujinya dalam hartanya. Lakukan apa saja yang engkau inginkan, kemudian lihatlah hasil dari apa yang engkau lakukan.” Akhirnya, setan pergi dan mendatangi tanah Nabi Ayub dan berbagai tanaman dan kenikmatan yang dimilikinya. Kemudian setan itu menghancurkan semuanya. Keadaan Nabi Ayub pun berubah dari puncak kekayaan ke puncak kefakiran.
     Kemudian setan menunggu apa tindakan Nabi Ayub. Nabi Ayub berkata: “Oh musibah dari Allah SWT. Aku harus mengembalikan kepada-Nya amanat yang ada di sisi kami di mana Dia saat ini mengambilnya. Allah SWT telah memberi kami nikmat selama beberapa masa. Maka segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat yang diberikannya, dan Dia mengambil dari kami pada hari ini nikmat-nikmat itu. Bagi-Nya pujian sebagai Pemberi dan Pengambil. Aku dalam keadaan ridha dengan keputusan Allah SWT. Dia-lah yang mendatangkan manfaat dan mudharat. Dia-lah yang ridha dan Dialah yang murka. Dia adalah Penguasa. Dia memberikan kerajaan kepada siapa yang di kehendaki-Nya, dan mencabut kerajaan dari siapa yang dikehendaki-Nya; Dia memuliakan siapa yang dikehendaki-Nya dan menghinakan siapa yang dikehendaki-Nya.” Kemudian Nabi Ayub sujud dan Iblis tampak tercengang melihat pemandangan tersebut. Lalu setan kembali kepada Allah SWT dan berkata: “Ya Allah, jika Ayub tidak menerima nikmat kecuali dengan mengatakan pujian, dan tidak mendapatkan musibah kecuali mendapatkan kesabaran maka hal itu sebagai bentuk usahanya karena ia mendapatkan anak. Ia mengharapkan dengan melalui mereka kekayaannya meningkat dan melalui mereka ia dapat menjalani kehidupan yang lebih mudah.” Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT membolehkan bagi setan untuk berbuat apa saja kepada anak-anak Ayub. Kemudian setan menggoncangkan rumah yang di situ anak-anaknya tinggal sehingga mereka semua terbunuh. Dalam keadaan demikian, Nabi Ayub berdialog kepada Tuhannya dan menyeru: “Allah memberi dan Allah mengambil. Maka bagi-Nya pujian saat Dia memberi dan mengambil, saat Dia murka dan ridha, saat Dia mendatangkan manfaat dan mudharat. Kemudian Ayub pun sujud dan iblis lagi-lagi tampak tercengang dan merasa malu.” Iblis kembali menemui Allah SWT dan mengatakan bahwa Ayub dapat bersabar karena badannya sehat. Seandainya Engkau memberi kekuasaan kepadaku, ya Rabbi, untuk mengganggu badannya niscaya dia akan berhenti dari kesabarannya. Riwayat mengatakan bahwa Allah SWT menginzinkan setan untuk mengganggu tubuh Ayub. Dikatakan bahwa setan memukul tubuh Nabi Ayub dari kepalanya sampai kakinya sehingga Nabi Ayub sakit kulit di mana tubuhnya membusuk dan mengeluarkan nanah, bahkan keluarganya dan sahabat-sahabatnya meninggalkannya kecuali isterinya. Namun lagi-lagi Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT. Beliau memuji-Nya pada hari-hari kesehatannya dan ia tetap memuji Allah SWT saat mendapatkan ujian sakit. Dalam dua keadaan itu, Nabi Ayub tetap bersabar dan bersyukur kepada Allah SWT. Melihat pemandangan itu, amarah setan semakin meningkat namun ia tidak mengetahui apa yang harus dilakukannya. Di sini setan mengumpulkan para penasihatnya dari pakar-pakar dan ia menceritakan tentang kisah Ayub dan meminta mereka mengeluarkan pendapat—setelah ia menyampaikan rasa putus asanya saat menggodanya atau mencoba menghilangkan sifat sabarnya dan syukurnya. Salah seorang setan berkata: “Sungguh engkau telah mengeluarkan Adam bapak manusia dari surga, lalu darimana engkau mendatanginya? Oh, yang engkau maksud adalah Hawa?” Terbukalah di hadapan Iblis suatu ide yang baru. 
     Lalu ia pergi ke istri Ayub dan memenuhi hatinya dengan rasa putus asa sehingga ia pergi ke Ayub dan berkata padanya: “Sampai kapan Allah SWT menyiksamu? Di mana harta, keluarga, teman dan kaum kerabat? Di mana masa jayamu dan kemuliaanmu dahulu?” Mendengar perkataan isterinya itu, Nabi Ayub menjawab: “Sungguh engkau telah dikuasai oleh setan. Mengapa engkau menangisi kemuliaan yang telah berlalu dan anak yang telah mati?” Perempuan itu berkata: “Mengapa engkau tidak berdoa kepada Allah agar Dia menghilangkan cobaan darimu dan menyembuhkanmu serta menghilangkan cobaan darimu dan menyembuhkanmu serta menghilangkan kesedihannmu?” Nabi Ayub berkata: “Berapa lama kita merasakan kebahagiaan?” Istrinya menjawab: “Delapan tahun.” Ayub berkata: “Berapa lama kita mendapat penderitaan?” Istrinya menjawab: “Tujuh tahun.” Ayub berkata: “Aku malu jika aku meminta agar Allah SWT melepaskan penderitaanku ketika aku melihat masa kebahagiaanku. Sungguh imanmu tampak melemah dan keputusan Allah SWT membuat hatimu menjadi sempit. Seandainya aku sembuh dan kembali kepada kekuatanku, niscaya aku akan memukulmu dengan seratus kali pukulan dari tongkat. Sejak hari ini, aku tidak memakan dari makananmu dan dari minumanmu atau memerintahkanmu untuk melakukan suatu urusan. Maka pergilah kau dariku.” Akhirnya, isteri Nabi Ayub pergi sehingga Nabi Ayub tinggal sendirian dalam keadaan sabar menanggung penderitaanya. Penderitaan yang seandainya ditimpakan kepada gunung niscaya gunung tidak akan mampu menahannya. Kemudian Nabi Ayub berdoa kepada Allah SWT dalam keadaan penuh kasih sayang dan meminta belas kasih kepada-Nya. Beliau berdoa agar Allah SWT menyembuhkannya. Dan akhirnya, doanya dikabulkan oleh Allah SWT. Demikianlah riwayat yang populer berkenaan dengan penderitaan Nabi Ayub dan kesabarannya. Menurut hemat kami riwayat ini palsu karena ia sesuai dengan teks Taurat yang menjelaskan sakitnya Nabi Ayub. Begitu juga kami tidak menerima jika dikatakan bahwa penyakitnya sangat buruk sekali yang menyebabkan masyarakat lari darinya sebagaimana dikatakan oleh dongeng-dongeng kuno. Bagi kami, riwayat semacam itu bertentangan dengan kedudukan kenabian. Yang perlu kita perhatikan dan perlu kita pastikan adalah apa-apa yang telah disampaikan oleh Al-Qur’an berkenaan dengan cerita Nabi Ayub. Al-Qur’an adalah kitab satu-satunya yang pasti benar yang tiada kebatilan di depan dan di belakangnya. Allah SWT berfirman: “Dan (ingatlah kisah) Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: (‘Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang.’ Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyahit yang ada padanya dan Kami kembalihan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah.” (QS. al-Anbiya’: 83-84) Kita telah memahami bahwa Nabi Ayub adalah hamba yang saleh dari hamba-hamba Allah SWT. Allah SWT menginginkan untuk mengujinya dalam hartanya, keluarganya, dan badannya. Hartanya hilang sehingga ia menjadi orang fakir setelah sebelumnya ia termasuk orang yang paling kaya. Kemudian ia ditinggalkan oleh istrinya dan keluarganya sehingga ia merasakan arti kesunyian dan kesendirian lalu ia ditimpa penyakit dalam tubuhnya dan ia merasa menderita karenanya, tetapi beliau tetap sabar menghadapi semua itu dan tetap bersyukur kepada Allah SWT. Sakit yang dideritanya cukup lama sehingga beliau menghabiskan waktu-waktu dan hari-harinya dalam keadaan sendirian bersama penyakitnya, rasa sedihnya, dan kesendiriannya. Demikianlah Nabi Ayub merasakan segi tiga penderitaan. Segi tiga penderitaan dalam hidupnya, yaitu sakit, kesedihan, dan kesendirian. Di saat beliau mendapat cobaan seperti itu, pada suatu hari datang pada beliau salah satu pemikiran setan. Pikiran itu berputar-putar di relung hatinya; pikiran itu mengatakan padanya, wahai Ayub penyakit ini dan penderitaan yang engkau rasakan oleh karena godaaan dariku. Seandainya engkau berhenti sabar dalam satu hari saja niscaya penyakitmu akan hilang darimu. Kemudian manusia-manusia berbisik-bisik dan berkata: Seandainya Allah SWT mencintainya niscaya ia tidak akan merasakan penderitaan yang begitu hebat. Demikianlah pemikiran yang jahat itu. Setan tidak mampu untuk mengganggu seseorang kecuali dengan izin Allah SWT sebagaimana Allah SWT tidak menjadikan cinta-Nya kepada manusia identik dengan kesehatan mereka. Sesungguhnya Allah SWT menguji mereka sebagaimana yang dikehendaki-Nya.Pikiran setan itu berputar di sekitar hati Nabi Ayub seperti berputarnya lalat di musim panas di sekitar kepala manusia, namun beliau mampu menghilangkan pikiran ini dan sambil tersenyum kepada dirinya beliau berkata: “Keluarlah hai setan! Sungguh aku tidak akan berhenti bersabar, bersyukur, dan beribadah.” Akhirnya, pikiran jahat itu dengan rasa putus asa keluar dari akal Nabi Ayub. Nabi Ayub duduk dalam keadaaan marah karena setan berani untuk mengganggunya. Beliau membayangkan bahwa boleh jadi setan berani menggodanya dengan memanfaatkan kesendiriannya, penderitaannya, dan penyakitnya. Istri Nabi Ayub datang dalam keadaan terlambat dan mendapati Nabi Ayub dalam keadaan marah. Istrinya itu menutupi kepalanya dengan suatu kain tertutup. Istri Nabi Ayub menghadirkan atau menghidangkan makanan yang baik untuknya. Nabi Ayub bertanya padanya: “Dari mana engkau mendapati uang?” Nabi Ayub telah bersumpah akan memukulnya seratus kali pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh, tetapi kesabarannya sungguh sangat luas seperti sungai yang besar. Dan di waktu sore, setelah mengetahui kehalalan makanan yang dihidangkan, beliau pun memakannya. Kemudian Nabi Ayub keluar menuju ke gunung dan berdoa kepada Tuhannya. Allah SWT berfirman: “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya: ‘Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.’ (Allah berfirman): ‘Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (Kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), maka pukullah dengan itu dan janganlah kamu melanggar sumpah. Sesugguhnya Kami mendapati dia (Ayuh) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia sangat taat (hepada Tuhannya).” (QS. Shad: 41-44) Bagaimana kita memahami perkataan Nabi Ayub, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan.”? Nabi Ayub ingin mengadukan kepada Tuhannya perihal keberanian setan padanya di mana setan membayangkan bahwa ia dapat mengganggunya. Nabi Ayub tidak percaya bahwa sakit yang dideritanya adalah datang karena pengaruh setan. Demikianlah pemahaman yang sesuai dengan kemaksuman para nabi dan kesempumaan mereka. Allah SWT memerintahkan beliau untuk mandi di salah satu mata air di gunung. Allah SWT memerintahkannya agar beliau minum dari mata air ini. Kemudian Nabi Ayub melaksanakan perintah ini dan mandi serta minum. Belum lama beliau minum pada tegukan yang terakhir sehingga beliau merasakan sehat dan sembuh total dari penyakitnya. Kemudian suhu panas dalam tubuhnya pun kembali normal seperti biasanya. Allah SWT memberikan kepada Ayub dan keluarganya dan orang-orang yang seperti mereka suatu rahmat dari sisi-Nya sehingga Nabi Ayub tidak kembali sendirian. Allah SWT memberinya berlipat-lipat kekayaan dan kemuliaan dari sisi-Nya sehingga Ayub tidak menjadi fakir. Nabi Ayub kembali mendapatkan kesehatannya setelah lama merasakan penderitaan dan sakit; Nabi Ayub bersyukur kepada Allah SWT. Beliau telah bersumpah untuk memukul istrinya sebanyak seratus pukulan dengan tongkat ketika beliau sembuh. Sekarang beliau sembuh maka Allah SWT mengetahui bahwa beliau tidak bermaksud untuk memukul istrinya. Namun agar beliau tidak sampai melanggar janjinya dan sumpahnya, Allah SWT memerintahkannya agar segera mengumpulkan seikat ranting dari bunga Raihan yang berjumlah seratus dan hendaklah beliau memukulkan itu kepada istrinya dengan sekali pukulan. Dengan demikian, beliau telah memenuhi sumpahnya dan tidak berbohong. Allah SWT membalas kesabaran Ayub dan memujinya dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya: “Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS. Sh
ad: 44) (quantumillahi sejarah)
     Alhamdulillah Saudaraku banyak hikmah hari ini yg kita petik semoga menjadi pelajaran buat kita semua aamin

Suami yang Sholeh adalah Harta yang Paling Berharga




     Buat seorang wanita, harta yang paling berharga didalam hidup ini adalah seorang suami yang sholeh. Kepadanyalah, seorang istri akan merasakan kebahagian didalam hidupnya dan diakhirat kelak, keberuntunganlah yang akan diterima seorang istri, jika dia mempercayakan hidupnya, memberikan segala cinta, perhatian, dan kasih sayangnya kepada suami yang sholeh. Karena didirinyalah, seorang istri akan mendapatkan apa yang didambanya: Ketenangan, keteduhan, kedamaian, perlindungan dan cinta serta sayang.
     Suami yang sholeh adalah seorang yang bisa membahagiakan istri dan anaknya, serta keluarganya baik di dunia ini ataupun di akhirat kelak. Seorang suami yang sholeh tidak akan memberi makan istri dan anak-anaknya kecuali dengan harta yang halal.
     Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu menjaga amanah yang diberikan kepadanya. Dan istri adalah amanah yang diberikan kepada seorang laki-laki yang menjadi suaminya.
Suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu memperlakukan istri dan anaknya dengan sifat-sifat yang terpuji, seorang suami yang sholeh akan selalu memperlakukan istrinya dengan sabar, sabar dengan setiap kesalahan-kesalahan istrinya, dan memperlakukan istrinya dengan kelembuatan dan penuh maaf saat istri dipenuhi dengan emosi dan kemarahan.
Suami yang sholeh adalah suami yang mampu menjadi pemimpin didalam rumah tangganya. Seorang suami bagaikan pemerintah didalam rumah tangganya, seorang suami yang sholeh adalah yang mampu memperhatikan hak dan kepentingan rakyatnya didalam pemerintahan yang dipimpinnya, dalam hal ini adalah istrinya.
     Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu bersikap bijaksana didalam tindakannya, menghargai pendapat istrinya, dan jika terjadi perbedaan pendapat dengan istrinya, dengan sikap terpuji dan penuh cinta kasih menghargai pendapat sang istri, serta mencari titik temu bersama dalam kerangka yang diperintahkan oleh alloh dan mejauhi segala yang dilarang oleh alloh.
     Seorang suami yang sholeh akan selalu mampu menjadi teladan terpuji buat istri dan anak-anaknya. Mampu menumbuhkan kebiasaan-kebiasaan yang baik, dan mendidik diri, istri, dan anak-anaknya untuk menapaki jalan-jalan yang menuju keridloan Alloh.
Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat dirinya, istrinya dan anak-anaknya mencintai ilmu, menguasai ilmu dan mampu mengamalkannya, menjadikan ilmu yang diperolehnya itu bermanfaat bagi bangsa, negara, dan agamanya.
     Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang mampu membuat istrinya dan anak-anaknya tumbuh, dan berkembang menjadi pribadi yang luar biasa serta menapaki tangga-tangga sukses di dunia ini dan akhirat kelak.
       Seorang suami yang sholeh adalah seorang suami yang akan selalu menjaga istri dan anaknya dari api neraka.


http://lovie.wordpress.com/2008/04/02/suami-sholeh/

Kisah Tauladan Rosullullah SAW dan Pengemis Yahudi



     Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,

     "Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya".

     Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun. Rasulullah SAW hanya menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu, menyisir rambutnya, sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

     Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya, Aisyah RA, yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,

     "Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?". Aisyah RA menjawab, "Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar RA. "Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi keujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada di sana", kata Aisyah RA.

     Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil menghardik,

     "Siapakah kamu ?". Abubakar RA menjawab,"Aku orang yang biasa.""Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku", bantah si pengemis buta itu. "Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku", pengemis itu melanjutkan perkataannya. Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu,

      "Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW". Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata,

     "Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia malah mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... " Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim.

     Wahai saudaraku, dikehidupan kita ini, pastilah kita akan selalu menghadapi yang namanya hinaan dan bahkan fitnah. Kita sering merasa di-dzolimi oleh orang lain. Namun ada baiknya kita mengikuti keteladanan kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Jangan kita membalas keburukan dengan keburukan, namun balaslah keburukan dengan kebaikan.

     Bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW? Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq. Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.

     Semoga Allah SWT memasukkan kita kedalam golongan orang-orang yang sabar.. Aamiin

Pulang Ke Kampung Akhirat



   
  Kematian, adalah anak panah yg telah dilepaskan dari busurnya, dan kita tidak diberi tahu kapan anak panah kematian itu akan mengenai diri kita, beberapa hari ini media memberitakan tentang kematian seorang public figur meninggal dunia tiba tiba. Usia muda, tampan, kaya raya, popular dan sedang di puncak karir tiba tiba saja harus mengakhiri semua perannya. Bayangkan kalau anda sedang menonton film di bioskop. Pertunjukan sedang berlangsung seru ketika listrik tiba tiba padam. Petugas bioskop berkata, “silahkan anda pulang, pertunjukan sudah selesai!”Anda protes bahkan ingin menunggu sampai listrik hidup kembali tapi si penjaga hanya berkata tegas, “Pertunjukan sudah selesai, listriknya tak akan pernah hidup kembali.”.
     Itulah analogi sederhana dari kematian. Kematian orang yang kita kenal, apalagi kerabat kerabat dekat kita sering menyadarkan kita akan arti hidup ini. Kematian menyadarkan kita akan betapa singkatnya hidup ini, betapa seringnya kita diributkan oleh hal hal yg sepele dan betapa bodohnya kita menimbun kekayaan yang tak sempat kita nikmati.
     Hidup ini sering kali menipu dan menina bobokan kita. Untuk itu selayaknya kita intropeksi diri kita harus sadar mengenai siapa diri kita, darimana kita berasal dan kemana kita akan pulang yang sebenarnya untuk itu kita perlu sering mengambil jarak dari kesibukan kita dan melakukan kontemplasi.
     Ada suatu ungkapan menarik dari seorang filsuf Perancis, Teilhard de chardin,”kita bukanlah manusia yg mengalami pengalaman pengalaman spiritual, kita adalah makhluk spiritual yang mengalami pengalaman pengalaman manusiawi. Manusia bukanlah”Makhluk bumi” melainkan “makluq langit”. Kita adalah makhluq spiritual yang kebetulan sedang menempati rumah kita didunia. Tubuh diperlukan karena merupakan salahsatu syarat untuk bisa hidup didunia. Tetapi tubuh ini lama kelamaan akan rusak dan akhirnya tak dapat digunakan lagi. Pada saat itulah jiwa kita akan meninggalkan “rumah” untuk “rumah” yang lebih layak. Keadaan ini kita sebut meninggal dunia. Jangan lupa, ini bukan berarti mati karena jiwa kita tak pernah mati.yang mati adalah rumah kita atau tubuh kita sendiri.
     Coba kita bayangkan seandainya kita mati hari ini baru terasa dan menyadari, akan dosa dosa yang telah kita perbuat semuanya akan dipertanggung jawabkan di hadapan Alloh SWT.
Saudara mumpung Alloh SWT masih memberikan kesempatan usia yuks kita perbaiki diri kita tak akan menjadi manusia yang ngoyo dan serakah. Kita memang perlu hidup, perlu makanan, tempat tinggal dan kebutuhan dasar lainnya. Bila anda sudah mencapai semua kebutuhan tersebut, itu sudah cukup! Buat apa sibuk mengumpul-ngumpulkan kekayaan apalagi dengan menyalahgunakan jabatan kalau hasilnya tak dapat anda nikmati selama lamanya. Apalagi anda sudah merusak jiwa anda sendiri dengan berlaku curang dan korup. Padahal jiwa inilah milik kita yang abadi.

MELAWAN KEMATIAN
     Kematian datang dengan berbagai cara. Tak ada yang bisa menghalangi, karena semua yang hidup pasti mati. Hanya soal waktu dan cara yang berbeda. 
    Tapi,semua kita memiliki sikap yang sama dalam menghadapi datangnya kematian. Setiap kita kalau bias memiliki keinginan untuk hidup selama lamanya. Hanya orang orang yang paham makna kematian saja yang bias menerima datangnya kematian dengtan ikhlas dan penuh harap.
     Bukan hanya bagi mereka yang terancam kematian. Mereka yang masih jauh dari kematian pun jauh jauh hari sudah memasang kuda kuda untuk melawan kematian. Coba bertanya pada kawan anda atau mungkin diri sendiri apakah anda siap untuk mati ahari ini? Jawabannya kan kurang lebih sama:’kalau bias, ya jangan sekarang lah’.
Beragam alasan orang untuk menghindari kematian. Ada yang merasa dirinya belum siap karena banyaknya dosa. Ia ingin bertobat ‘di masa depan’ yang entah kapan. Ada juga yang beralasan karena masih banyak tanggungan, atau ada pula masih dibutuhkan oleh umat.
     Alloh SWT telah memberiikan sinyal tentang insting melawan kematian itu Q.S.:62:8. kalau sekarang lolos, besok maut akan datang menghampiri.  Kalaupun besok lolos,minggu depan, datang lagi.kalau juga bulan depan,tahun depan,sampai sakaratul maut benar benar menjemput kita.

"Wallohhualam "