Jumat, 16 Juni 2017

Detik detik wafatnya Baginda Rasullulloh SAW





Alloh Berfirman :
Artinya
" Pada hari ini telah aku sempurnakan agamamu, dan telah kusempurnakan pula ni'matKu atasmu, serta Aku ridho Islam sebagai agamamu:. ( Al-Maidah 3 )".

Nabi SAW bersabda :
Artinya :
"Jibril berkata kepadaku: : Ya Muhammad, bahwasanya Allah SWT telah menjadikan lautan dibalik bukit Qaf, di dalamnya ada ikan-ikan yang bersholawat kepadamu, siapa menangkapnya seekor, pasti matilah (keplek) kedua tangannya dan berubahlah ikan tersebut menjadi batu-batuan".

Hadist tersebut menyimpan isyarat bahwa orang bersholawat atas Nabi Muhammad SAW, dan aktif shalat lima waktu, maka ia akan terbebas dari siksa malaikat dan siksa neraka.

Menurut riwayat, ketika ayat tersebut turun, maka menangislah Umar RA lalu Rasul SAW bertanya: "Kenapa engkau menangis hai Umar ? Jawabnya: "Aku menangis sebab kami dalam keadaan memuncak didalam agama, dan apabila ia telah sempurna, maka pada dasarnya tidak ada sesuatu yang sempurna kecuali dapat dipastikan berkurang, kemudian beliau SAW bersabda: " Benar pendapatmu ". ( Abu Su'ud )

Tafsir dan Asbabun Nuzul :
Kata Alyaum, huruf Lam menunjuk arti Lil'ahdi yaitu jaman mendatang dan hal-hal yang berhubungan dengan jaman terdahulu dan mendatang".
Telah diriwayatkan bahwa ayat 3 Surat Al-Maidah itu, turun ba'da Ashar, hari Jum'at di Arafat bertepatan dengan musim Haji Wada, 'saat beliau SAW wuquf di Arofah dan bertengger di atas ontanya. Dan sesudah itu, tiada satu pun ayat atau perintah yang turun. Dan ketika ayat tersebut turun beliau SAW tidak mampu menerimanya, sehubungan kandungan dan maknanya, maka bersandarlah beliau SAW pada ontanya, dan onta tersebut lantas duduk kemudian turunlah Jibril dan berkata: "Ya Muhammad, pada hari ini telah sempurna urusan agamamu, dan selesailah apa-apa yang Tuhan perintahkan padamu, demikian pula apa-apa yang Tuhan melarangnya. Maka himpunlah para sahabatmu, khabarkan kepada mereka bahwasannya aku tidak akan turun lagi kepadamu sesudah hari ini". Lalu beliu SAW pulang dari Mekah ke Madinah, para sahabat dihimpun dan beliau membaca ayat tiga surat Al-Maidah dan kabarkan kepada mereka tentang berita yang disampaikan Jibril, mereka menyambutnya dengan kegembiraan, kata mereka: "Sungguh telah sempurnalah agama kita", berbeda dengan Abu Bakar RA., yang menerima kenyataan ini dengan penuh keprihatinan, ia pulang kerumahnya, pintu ditutup dan langsung menangis siang-malam, hingga para sahabat yang lain mendengarnya, mereka berhimpun dan langsung mengunjunginya, lalu bertanya:" Hai Abu Bakar, kenapa engkau menangis, padahal kita dalam keadaan senang, gembira menyambut kabar itu? Bukankah Allah telah menyempurnakan Agama Kami? Jawabnya :" hai kawan, kalian belum menyadari adanya musibah yang menimpa diri kalian, perhatikan baik-baik
Artinya :
"bahwasannya, apabila suatu urusan telah sempurna(sukses memuncak), maka terlihat nyatalah kelemahan/kekurangannya ".

Dan ayat ini menyimpan berita duka, tentang perpisahan kita (yakni antara Nabi SAW . dengan para sahabat), dan tentang keadaan Hasan-Husein yang sebentar lagi menjadi anak yatim keduanya, serta para istri beliau SAW. Menjanda semuanya. Maka dengan menjelasannya ini, menjeritlah diantara para sahabat, dan mengislah semuanya, dan terdengar pula isakan tangis dari selain mereka,di rumah Abu Bakar mereka datang manghadap nabi SAW. Dan berkata :" Ya Rasul, kami tidak mengerti, kenapa kawan-kawan dari para sahabat pada menangis di rumah Abu Bakar?" Maka seketika itu juga, berubahlah roman wajah Nabi SAW., beliau tegak dan langsung menuju kediaman Abu Bakar membuktikan mereka yang tengah menangis, lalu sabdanya:" Apa gerangan yang menyebabkan kalian menangis?" Sahabat Ali berkata: " Bahwasannya Abu bakar menyatakan, bahwa dari ayat ini tercium kabar kewafatan rasul saw". Benarkah ayat ini membuktikan atas kewafatannya? Jawab beliau SAW. : betul, apa yang dinyatakan oleh Abu bakar RA., dan sungguh, telah dekat saat perpisahan ku dengan mu, aku akan meninggalkan kalian. Dan peristiwa ini memberi isyarat bahwa Abu Bakar adalah diantara para sahabat yang lebih pandai. Kemudian ketika hal ini sampai kepada Abu Bakar, langsung ia menjerit keras dan langsung tersunggkur pingsan, Ali menjadi gemetar tubuhnya dan para sahabat lainnya menjadi goncang merasa takut, semua menangis , hingga bukit-bukit, batu-batuan dan seluruh malaikat dilangit, termasuk hewan-hewan melata didarat, hewan-hewan dilautan semuanya menangis merasa bela sungkawa. Kemudian belaiu saw menjabat tangan para sahabatnya seorang demi seorang, lalu beliau tinggalkan bereka seraya menangis, dan beliu tinggalkan pula pesan untuk mereka. Sisa umur beliau adalah hanya delapan hari sesudah turunnya ayat tersebut, tetapi ada riwayat yang menyebutkan 50 hari sesudah turunya ayat
Artinya
"Mereka minta fatwa kepadamu (tentang kalalah ), katakanlah: Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah(yaitu...) "(Annisak176).
Juga ada riwayat yang menyebutkan 35 hari sesudah turunnya ayat tersebut :

Artinya
"Sungguh telah datang kepadamu seorang rosul dari bangsamu sendiri, ...". 
  (At-Taubat 128 ).

Dan ada pula riwayat yang menyebutkan 21 hari sehabis turun ayat berikut :

Artinya "Dan jagalah dirimu dari ajab yang terjadi pada hari, dimana kalian dipulangkan kehadirat Allah SAW ". (Al Baqoroh 281).

Demikian lah ayat terakhir yang diturunkan dari Al- Qur'an, sesudah itu beliau SAW pada suatu hari naik mimbar berkhutbah penuh kesungguhan, banyak para sahabat yang mencucurkan airmatanya, hati mereka dipenuhi kecemasan dan ketakutan tubuhnya gemetar akibat kabar gembira dan mengiriskan yang disampaikan oleh beliau saw.
Dari Ibnu Abas ra bahwasannya disaat menjelang wafat beliau saw., Bilal disuruh mengumandangkan adzannya, untuk sholat, maka berhimpulah para sahabat Muhajirin maupun Anshar di mesjid Rasul SAW., beliau shalat ringan 2 rakaat, bersama mereka lalu disambung dengan khutbahnya demikian:
Artinya
"Hai sekalian umat islam , aku adalah sebagai nabimu, penasihatmu, dan Da'i yang mengajakmu ke jalan Allah dengan idzinnya, aku denganmu bagaikan saudara kandung dan bapak yang penuh kasih sayang, siapa yang pernah teraniyaya berhak menuntut balas pada pribadiku, tegaklah segera sebelum aku dituntut balas kelak dihari kiamat".

Tiada seorang pun dari antara mereka yang tegak menuntut balas terhadap beliau,. Hingga beliau serukan dua, tiga kali. Maka tegaklah seorang pria bernama 'Akasyah bin Muhshan, ia berdiri dihadapan beliau Saw. Dan berkata: " Demi Ayah dan Ibuku ya Rasul , kalau saja tidak kau umumkan berulang-ulang , akupun tidak mungkin mengajukan tuntutan, sungguh aku pernah bersamamu dalam perang badar , perjalanan ontaku mengikuti ontamu, lalu aku turun mendekatimu dengan tujuan supaya aku dapat mencium pahamu, namu tiba-tiba engkau mengangkat tongkatmu dan memukul ontamu supaya jalan cepat , dan saat itu pula engkau pukulkan pada tulang rusukku, tiada tau pasti apakah itu disengaja atau tidak ? jawab beliau saw.: " Ya Akasyah Hal itu memang tiada unsur kesengajaan memukulmu, lalu beliau menyuruh Bilal " Hai Bilal ambilkan lah tongkatku di rumah Fatimah putriku", kemudian Bilal keluar dari mesjid seraya meletakan tangannya nya diatas kepala, ia berkata pada dirinya: "Apakah hal ini Rasul SAW. Bersiap-siap untuk menerima balasannya? Lalu ia ketuk rumah Fatimah, dan ditanya: " Siapakah itu? Jawabnya: " Aku Bilal disuruh mengambil tongkat Rasul Saw. Fatimah bertanya " Buat apakah ayahku menyuruhmu mengambila tongkat hai Bilal? Jawabnya : "sungguh Rasul SAW. Telah bersiap menerima balas pukul, Ya Fatimah . Tanya Fatimah: " Siapa orangnya yang sampai hati hendak menuntut balas pukul, hai Bilal ? akhirnya iapun mengambil tongkat tersebut dan segera pergi menuju mesjid, ia serahkan tongkat kepada beliau SAW,. Selanjutnya beliau menyerahkannya kepada Akasyah. Maka ketika itu pula Abu Bakar dan Umar tegak, keduanya berkata : " Hai Akasyah, kini kami tidak sampai hati melihat balas pukulmu terhadap Rasul saw,. Dan sebagai gantinya pukullah kami berdua ini. Dan Ali pun tegak  berkata " Hai Akasyah, sepanjang hidupku selalu disamping rasul saw dan aku tidak sampai hati melihat tindak balasanmu terhadap beliau saw,. Untuk itulah pukulah punggung dan perutku serta tubuhku ini ", sabda beliau "Hai Abu Bakar dan Umar, duduk dan tenanglah kalian berdua, sungguh tempat kalian berdua telah diketahui disisi Allah". Dan Kepada Ali belaiu bersabda " Hai Ali duduk dan Tenanglah kamu sungguh tempat dan tujuan mu telah dicatat disisi Allah lalu Hasan Dan Husein pun berkata: " Hai Akasyah tiada kenalkah kamu dengan cucu Rasul Saw., lakukanlah balas pukulmu kepada kami berdua, berarti engkau telah puas dengan balasan itu ? sabda beliau saw. : "Hai Hasan Husein buah hatiku tenang dan duduklah". dan beliau bersabda "Hai Akasyah pukullah aku jika kau mau" jawabnya, Ya Rasul engkau dulu memukulku tidak berpakaian . beliau pun menukar pakainnya, hingga menangislah semua umat islam yang hadir di saat itu. Dan ketika itu pula Akasyah memegang dan mencium tubuh/punggung beliau yang putih itu, katanya : ku tebus dirimu dengan jiwaku, Ya Rasul, siapakah yang sampai hati memukulmu, sungguh tindakanku demikian ini, tiada tujuan lain kecuali supaya tubuhmu yang mulia ini dapat disentuh oleh tubuhku, dengan harapan pula tubuhku dapat terpelihara dari sengatan api neraka berkata kehormatanmu, sabda beliau SAW " Ketahuilah hai para sahabat , siapa yang ingin melihat ahli surga, maka pandanglah orang ini . maka tegaklah umat islam, dan menciumi diantara kedua mata Akasyah seraya berkata: " beruntunglah kamu telah memperoleh tingkat yang tinggi dan berkawan dengan Rasul SAW. disurga ".
Artinya :
"Ya Allah, berilah kami kemudahan memperoleh syafaat beliau saw. Dengan kemuliaan dan keluhuranMu."

Ibnu Mas'ud berkata: Menjelang wafat beliau. Berhimpun dirumah dewi Aisyah ra beliau mengamati kami hingga berderailah air matanya, beliau pun bersabda : "Marhaban bikum ( Selamat datang bagimu ), semoga Allah selalu mengasihimu. Pesanku bertaqwalah kalian kepada Allah SWT dan mematuhi segala perintahnya, kini telah dekat saat perpisahanku dengan kalian dan telah dekat pula saat seseorang pulang ke hadirat Allah SWT untuk menghuni surganya. Maka mandikanlah nanti mayatku oleh Ali, dengan dibantu Fadlal Bin Abas yang menuangkan airnya,serta Usamah Bin Zaid membantu mereka berdua. Kemudian bungkus dengan kafan pakainku sendiri jika kalian mau , atau kain yaman putih. Dan jika kalian memandikanku, letakkanlah diatas bala tempat tidur dirumahku, kemudian keluarlah kamu sejenak meninggalkanku, maka yang pertama menshalatiku adalah Allah SWT, lalu Jibril, Israfil, Mikail serta Izrail berikutnya para pembantunya , sesudah itu para malaikat dan seluruhnya, baru setelah itu kalian boleh masuk menshalatiku berjamaah ( Sekelompok demi kelompok). Maka setelah mereka mendengar perpisahan dari nabi saw." Menjeritlah para sahabat dan menangis sambil berkata : Ya Rasul engkau lah Rasul kami, sebagai penguat perhimpunan kami, dan sebagai pemimpin yang mengurusi kami, maka jika engkau tiada, kepada siapakah kami mengadukan urusan kami ? 
Maka bersabda Beliau SAW ,:
Artinya :
"Kutinggalkan kalian pada jalan yang benar dan jelas dan kutinggalkan pula dua penasihat bagimu, yang satu pandai bicara sedang yang lainnya diam, itulah dia Al'Quran dan Maut.ketika kamu menghadapi urusan penting maka pulanglah kepada Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan jika hatimu keras lunakkanlah dengan memetik i'thibar dalam hal-ikhwal maut".

Maka sakitlah Rasul saw. Pada akhir bulan Shafar selama 18 hari, para sahabatnya pun berulang kali menengoknya. Dan penyakitnya mulai pertama jatuh sakit, hingga wafatnya adalah sekedar pusing-pusing kepala. Beliau diangkat sebagai Rasul pada hari senin maka wafatnya pula hari senin. Dihari senin itulah penyakitnya meningkat/ jadi parah, dan Bilal selesai adzan Shubuh, ia pergi mendekati pintu Rasul Saw,. Ia uluk salam tapi yang menjawab hanya Fatimah, beliau saw tengah sibuk dengan pribadinya. Dan bilalpun pulang ke masjid dengan tiada mengaanalisa jawaban fatimah tadi. Maka ketika waktu shubuh agak terang. Bilai kembali mendekati pintu rumah Rasul Saw,. Ia uluk salam seperti semula, maka beliau pun mendengan suara Bilal, dan memepersilahkan masuk, sabdanya " Masuklah bilal aku tengah sibuk merawat diriku, dan penyakitku semakin meningkat/bertambah berat, karna itu suruh Abu Bakar shalat bersama mereka". Maka Bilai keluar sambil menangis, ia letakan kedua tangannya diatas kepala seraya berkata: " aduh kita terimpa malapetaka, terhentilah harapaan, lenyaplah tempat tujuan, kalaulah ibu tidak melahirkan diriku ", kemudian ia masuk mesjid dan berkata: " Ya Abu Bakar, Rasul menyuruh anda untuk shalat bersama para jamaaah yang hadir, sebab beliau sibuk dengan sakit yang menimpa dirinya". Maka tatkala Abu bakar melihat pengimaman Rasul Saw. kosong ia pun menjerit akibat tidak tahan dengan perasaan ibanya, ia jatuh tersungkur (pingsan) Maka para jamaah pun kisruh/gaduh hingga beliau saw. Mencium kegaduhan tersebut, sabdanya : " Ya Fatimah apa yang terjadi di pagi ini, dan kegaduhan itu ? Jawabnya : " Hal itu akibat engkau tiada hadir". Maka beliaupun memanggil ali dan Fadhal Bin Abas, beliau menyandarkan diri pada dua orang tersebut, lalu keluar menuju masjid untuk shalat shubuh berjamaah 2 rakaat. Sehabis shalat beliau menghadap para jamaah dan bersabda:" Wahai umat islam,kalian didalam pemeliaharaan Allah dan perlindunganNya, bertaqwalah kepadanya dan memetuhi segala perintahnya , sungguh pada hari ini aku bakal meninggalkan dunia yang fana ini, sekaligus memasuki alam akherat, dan pada hari inilah akhir hayatku didunia"
Kemudian beliau tegak, dan pulang kerumahnya.maka Allah menyuruh malaikat maut, Firmannya : "Turunlah kamu untuk kekasihKu dengan bentuk terbaik, dan jalankan tugasmu sehalus-halunya, dalam mencabut ruhnya,jika ia mengijinkan masuk, maka masuklah kamu, jikalau tidak maka pulanglah kamu jangan masuk". Dengan serta merta malaikat maut turun dengan bentuk orang badwi , katanya :
Artinya :
" Salam sejahtera tetaplah bagimu hai keluarga penghuni kanabian,

Bolehkah aku masuk ? Jawab Fatimah: "Ya Hamba Allah, bahwasannya Rasul saw. Tengah sibuk dengan sakitnya."
Lalu malaikat maut memanggil kedua kalinya dengan ucapannya:
Artinya :
" Salam sejahtera tetaplah bagimu Ya rasul, dan seluruh penghuni kenabian"

Bolehkah aku masuk ? maka beliaupun mendengar suara malaikat maut, dan bersabda: " Ya Fatimah siapakah yang berada diambang pintu?" Jawab fatimah: " Seorang badwi yang memanggil, dan aku telah mengatakan kepadanya, bahwa Rasul tengah sibuk dengan sakitnya. Kemudian malaikat maut memanggil yang ketiga kalinya dengan panggilan serupa, lalu ia memandang tajam kepadaku, lalu gemetar tubuhku, hatiku takut, dan bergeraklah seluruh sendi tulangku, seolah terputus sendi satu dengan lainnya, dan menjadi pucatlah wajahku beliau saw bersabda: "Taukah kamu siapakah dia itu, ya fatimah ? jawabnya: " tidak kenal jawabnya : " Dialah malaikat yang melenyapkan segala macam kelezatan, menghentikan segala bentuk napsu syahwat, dia pulalah yang memporakpondakan perhimpunan, dan yang membuat sepi penghuni rumah, serta yang membuat ramai suasana alam kubur". Maka menangislah Fatimah sekerasnya, sahutnya : " Aduh celaka dengan kewafatan nabi terakhir, sungguh malapetaka besar menimpa kami dengan wafatnya manusia mulia yang paling bertaqwa, terhentilah dari bimbingannya, dan penyesalan bagi kami akibat terhentinya wahyu langit, sungguh aku terhalang mendengar sabdamu, dan tiada kudengar lagi uluk salammu sesudah hari ini. Sabda beliau saw.: " Ya fatimah janganlah engkau menangis, sebab engkau orang pertama dari keluargaku yang dapat berjumpa denganku". Maka beliaupun mempersilahkan malaikat maut, dan ia masuk seraya mengucapakan uluk salam kepada rasul saw. Lalu dijawablah salam oleh beliau saw, sabdanya : " Kedatanganmu berkunjung ataukah mencabut nyawa ? jawabnya: " Aku datang untuk berkunjung sekaligus mencabut nyawa kalau engkau berkenan, tetapi kalau tidak maka maka akupun akan pulang". Sabdanya beliau saw: " Hai malaikat maut, dimanakah Jibril", ia mengambil duduk dengan posisi dekat kepala beliau SAW. Rasul bertanya : " Ya Jibril tahukah anda tentang ajalku, apakah sudah dekat ?" Jawabnya : " Ya betul ajalmu telah dekat Ya Rasul ". Sabdanya: " Ya Jibril kabarkanlah kepadaku tentang karamah yang menggembirakan di sisi Allah." Sahut Jibril: " Bahwasannya pintu-pintu langit telah terbuka, malaikat bagaikan pasukan yang berbaris siap menyambut kehadiran rohmu di langit, semua pintu sorgapun tealah terbuka , dan seluruh kerabatnya para bidadari telah menghias diri menyambut kehadiran rohmu. ucap beliau saw, : "ALHAMDULILLAH ", kemudian sabdanya pula " Ya Jibril sampaikanlah kabar gembira kepadaku tentang keadaan umatku kelak dihari kiamat?"Jawabnya: Ya, bahwasannya Allah SWT. Berfirman: "Bahwasannya semua nabi dilarang masuk sorga sebelum engkau memasukinya terlebih dahulu, demikian pula seluruh umat dilarang sebelum umatmu memasuki terlebih dahulu". Sabdanya: " Kini puaslah hatiku dan lenyaplah rasa sedihku". Akhirnya beliaupun menyuruh malaikat maut untuk mendekat, sabdanya: " Hai malaikat maut, mendekatlah kepadaku". Maka iapun mendekat dan mulailah dengan tugasnya, mencabut rohnya, dan saat roh sampai dipusat, beliau SAW Bersabda: " Ya Jibril Dasyat benar rasa maut ini?" Jibril pun berpaling, dan berkatalah beliau sabdanya," Ya Jibril tidak sukakah engkau memandang wajahku?" Jawabnya: " Ya Habibullah siapakah yang sampai hati memandang wajahmu yang telah menghadapi sakaratul maut?


Anas Bin Malik ra. Berkata :
Artinya :
"Adalah ketika roh Nabi Muhammad sampai kebagian dada beliau bersabda :" Aku berpesan supaya kalian memelihara shalat, dan hal-hal yang menjadi tanggung jawabmu, pesan/wasiat tersebut beliau ulangi hingga terhentilah bicaranya".

Ali RA berkata :
Artinya :
" Bahwasannya rasul saw. Menjelang akhir hayatnya beliau gerakkan bibir 2x, aku memperhatikan baik-baik ucapan terakhir :" Umatku, umatku beliau ucapkan pelan-pelan, maka dicabutlah roh beliau saw, tepat pada hari senin Bulan Rabiul Awal".

Artinya :
"Kalau saja dunia ini kekal bagi seseorang, pasti rasul saw,yang berhak hidup kekal diatasnya."

Ada riwayat lain yang menyebutkan, bahwa Ali membaringkan wajah jenazah Rasul saw. Untuk dimandikan lalu terdengarlah suara keras dari sudut rumah yang melarang Ali, katanya " Hai Ali, Muhammad jangan dimandikan, sebab ia orang yang suci dan di sucikan", namun Ali meragukan kebenaran suara itu. Lalu ia bertanya: " siapa engkau yang bersuara tanpa rupa ? padahal Rosul telah menyuruh diriku untuk memandikan? Dan pada saat yang sama terdengar pula suara, yang menangkisnya, katanya: " Ya Ali, lanjutkanlah engkau memandikan Muhammad, ketahuilah bahwa suara pertama itu dari iblis, ia iri kepada Nabi saw dan ia menghasudmu, supaya beliau saw. Dimakamkan tanpa dimandikan ". 
Sahut Ali: " Semoga Alloh berkenan membalas kebaikanmu, atas pemberitahuanmu padaku, bahwa suara pertama adalah Iblis terkutuk, dan siapakah engkau ini ? jawabnya: " Akulah Hidlir (Nabi Hidlir), kedatanganku sengaja untuk menghormati jenazah Nabi Muhammad saw. Maka Alipun memandikan jenazah beliau, dan fadlal bin Abas serta Zaid Bin Usamah membantu menuangkan airnya. Jibril pun datang dengan membawa obat dari surga untuk mengawetkan jasad beliau saw. Lalu mereka membungkus dengan kafan, dan memakamkan di kamar Aisyah ra., ditengah malam rabu. namun ada yang menyebutkan di malam selasa ' Aisyah tegak di atas makam makam beliu saw seraya berkata :
Artinya:
"Wahai orang yang tidak pernah memakai kain sutra, dan tiada pernah tidur diatas kasur yang tebal, wahai orang yang meninggalkan alam fana ini, perutnya tidak pernah kenyang sekalipun roti yang terbuat dari tepung/gandum kasar, wahai orang yang senang tidur diatas tikar daripada tidur diatas kasur tebal, wahai orang yang tak pernah tidur semalam suntuk, akibat takut/gentar akan siksa neraka Syair".

Innalillahi Wainna ilahi Raajiun……..
Doa Kami Umatmu
Ya Rasullallah
Kami Rindu padamu
Jadikanlah kami semua sebagai umatmu
Sungguh kami mencintaimu dan akan selalu menjalankan sunnnahmu sebagai bentuk cinta kami padamu
Berilah Syafaat kepada mu buat umatmu ini
Kami Cinta padamu Duhai Kekasih Alloh
Dapatkan kami membalas jasamu jasamu terhadap kami
Kau doakan kami sebagai umatmu walalupun kau belum pernah melihat kami
betapa kami ta mampu membalas nya
hanya dapat menjalankan sunnahmu
pengharapan kelak bisa berjumpa denganmu
Amien Amien Ya Alloh Ya Rabbal Alamin …..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar