Rabu, 14 Juni 2017

Buat adiku ada surga di keringat dan airmatanya




Wahai Adikku …………………………
“Kasih sayang ibu  sepanjang jalan, kasih sayang anak sepanjang galah”. Itulah pribahasa yg sangat popular. Kamu juga sudah tahu, tentu dong. Kasih ibu diibaratkan jalan yg panjang tanpa ujung. Memang, ibu mengasihi kita  tanpa kenal lelah dan waktu. Hanya sayang sekali, kebanyakan anak mengasihi ibunya sebatas penggalan saja. Yg namanya penggalan tidak ada yang panjang. Semuanya pendek. Ini tentu berlaku bagi anak yg tidak tahu balas budi.
            Kamu perhatian seorang ibu yg sedang hamil ? coba Tanya deh, gimana rasanya. Pasti berat, sakit sekali kayaknya ! coba bayangin saja berat bayi yg siap lahir beserta airnya ketuban mencapai 15 kg . sangat berat, bukan?
            Co rasain saja. Ikat 7 Kg beras dalam karung ke perutmu. Coba kamu jongkok, duduk, berdiri, jalan , tidur, rukuk, sujud, dan seterusnya sambil membawa beras 7kg diperutmu, tambah lagi hingga 15 kg Apa enak?
            Dulu , kamu dalam perut ibumu. Tiap hari berat  badanmu semakin bertambah. Tapi sungguh ibumu sabar. Sambil menggendongmu yg masih dalam perut ibumu lho, ia tetap saja bekerja : nyapu rumah, ngepel lantai, cuci piring, masak makanan, dan sebagainya . ibumu menggendongmu sambil duduk, terbaring sujud, ruku , sangat begitu besar jasa ibumu terhadap kamu ?
Coba sekali kali kita tanya kepada ortu kita
mah gimana enak ngak melahirkan ?
paling jawabannya dengan tersenyum lalu menjawab sakit nak ?
Begitu ibumu melahirkan kamu ia belum bisa langsung berjalan karena masih kesakitan namun kamu tetap dalam pelukan ibumu karena ibumu tak tega melihat kamu menangis di belainya dengan lembut ketika kamu berkali kali menangis cepat cepat di peluk di pangku lalu diberi ASI  kamu pipis disembarang tempat ibumu dengan sabar mengganti popok, pipis lagi, ganti lagi pipis lagi, ganti lagi terus dan terus namun tetap sabar dan ketika kamu saki buru buru da bawa kedoter padahal kondisi orang tua kamu belum tentu memiliki uang namun kesehatan anak diutamakan meskipun nantinya ngutang dulu kesana kemari untuk biaya berobat kamu. namun mereka ikhlas menjalaninya demi kamu.
Semakin hari semakin membesar dari minum asi,  lalu bubur dan akhirnya udah besar makan nasi, perjalanan yg tidak mudah saat kau semakin besar kau semakin nakal itu membuat jengkel dan ruwet ortumu andaikan saja orang tuamu tidak sabar jengkel mungkin kita dibuangnya atau dikasihkan kepada orang lain  yg membutuhkan seorang anak namun ibumu tetap merangkul dan memelukmu dengan penuh sabar dan kasih sayang.
            Begitu pula ayahmu ia mencari nafkah buatmu bukan hasil nafkah yg tidak halal ia mencari yg halal dan berkah supaya menjadi manfaat buat anak anaknya,kadang kehujanan, kepanasan kadang dimarahin atasannnya  itu  uangnya untuk kita.
Untuk makan kita membeli pakaian ataupun sekolah  keringatnya  serta kerutan kerutan dahinya menandakan lelah dan capenya dalam bekerja namun tetap ikhlas dan sabar karena dengan penuh harapan semoga menjadi anak yg baik berguna bagi  orang tua ,agama serta nusa dan bangsa Aamiin.
       Adikku tidak sedikit ortumu mengeluarkan biaya sekolahmu hingga kau sekarang tumbuh menjadi anak yg dewasa belum kesabaran dan keikhlasan mereka.
Yuk kita benahi dari sekarang kita sayang mereka kita bahagiakan mereka sesuai kemampuan yg  kita punyai belajarlah yg sungguh sungguh buktikan pada mereka bahwa kamu bisa membahagiakan mereka minta do’a dan restu mereka karena Ridho Alloh Ridhonya mereka  dan yg paling penting jangan berhenti mendoakannya  cukup bagimu doanya orang tua adalah ter ijabah itu pasti adikku.

Ingin senang dunia akhirat mohon doa dan ampunan orangtuamu
Ingin susah dunia akhirat cukup kau durhakai mereka di jamin

Wassalam Meda
Rumahku Surgaku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar